Kamis, 12 Februari 2015

Hur Si Penopang

Nats: Keluaran 17:10-12

Lalu Yosua melakukan seperti yang dikatakan Musa kepadanya dan berperang melawan orang Amalek; tetapi Musa, Harun dan Hur telah naik ke puncak bukit.
Dan terjadilah, apabila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tetapi apabila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. 
Maka penatlah tangan Musa, sebab itu mereka mengambil sebuah batu, diletakkanlah di bawahnya, supaya ia duduk di atasnya; Harun dan Hur menopang kedua belah tangannya, seorang di sisi yang satu, seorang di sisi yang lain, sehingga tangannya tidak bergerak sampai matahari terbenam.

Hur, nama yang sering disandingkan dengan Harun. Nama yang dicatat di Alkitab sebagai salah satu penanda sebuah kemenangan.
Hur tidak tercatat sebagai salah satu di antara 70 tua-tua Israel, tetapi waktu Musa dan Yosua naik ke Sinai, nama Hur sekali lagi disandingkan dengan Harun untuk memimpin Israel.

Ada tradisi Yahudi yang menyebutkan bahwa Hur adalah suami dari Miryam, saudari Musa. Hanya saja waktu Harun dan Miryam bersungut-sungut tentang Musa, Hur tidak terlibat di dalamnya. Ada juga kemungkinan Hur adalah kakek dari Bezaleel, salah satu pahlawan lain dalam pendirian Kemah Suci.

Siapapun orang ini, Hur berperan besar dalam peperangan melawan Amalek. Yah, saya menyebut “menopang tangan” Musa itu adalah tindakan kepahlawanan, karena Alkitab akhirnya mencatat namanya dalam kisah kemenangan ini.


Rabu, 11 Februari 2015

Pahlawan Yang Luar Biasa

Nats : Tuhan membangkitkan hakim-hakim, yang menye-lamatkan mereka dari tangan perampok itu ( Hakim-hakim 2:16 )

Kitab Hakim-hakim adalah kisah tentang umat Allah yang mengabaikan perkara rohani dan memberontak. Setelah kematian Yosua dan rekan-rekan sezamannya, generasi selanjutnya "meninggalkan Tuhan, Allah nenek moyang mereka ... lalu mereka mengikuti allah lain, dari antara allah bangsa-bangsa di sekeliling mereka" (Hakim 2:12).

Tampaknya sulit untuk menemukan pahlawan iman di tengah catatan yang buruk tentang kesetiaan ini, tetapi ternyata ada empat pahlawan iman dari zaman Hakim-hakim. Gideon, Barak, Simson, dan Yefta (Hakim ps. 4-16) disebutkan dalam Perjanjian Baru di kitab Ibrani 11:32.
Bersama dengan Nuh, Abraham, Musa, dan orang-orang terkemuka lainnya, mereka dipuji karena iman mereka.

Namun, kitab Hakim-hakim memperlihatkan orang-orang ini sebagai orang TERCELA, yang kemudian MENANGGAPI PANGGILAN ALLAH selama masa kegelapan rohani melanda kebudayaan mereka. Di dalam Alkitab, mereka dihormati karena iman, bukan karena kesempurnaan mereka. Mereka adalah para penerima kasih karunia Allah sama seperti kita.

Dalam setiap generasi, Allah memunculkan orang-orang yang setia terhadap Dia dan firman-Nya. Ukuran hidup mereka dan hidup kita bukan karena tidak pernah gagal, tetapi karena menerima pengampunan penuh kasih dari Allah dan memiliki iman untuk menaati panggilan-Nya. Semua pejuang Allah adalah pahlawan yang luar biasa

IMAN DI DALAM KRISTUS DAPAT MENJADIKAN ORANG BIASA MENJADI PAHLAWAN YANG LUAR BIASA.


Pf. 3 Oktober 2013

Minggu, 08 Februari 2015

Satu Hari "Memberikan Suara Untuk Kebaikan"

Di Balik Kehendak Memuliakan Diri

Nats : Galatia 6:7.
"Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya."

Didalam Gereja Tuhan bila gembala dan jemaat memiliki gaya hidup "TAKUT AKAN TUHAN" dan jujur didalam ketulusan yang dilandasi hati yang murni....
Semata-mata hanya karena mengasihi DIA dan demi kemuliaan nama serta kebesaran Kerajaan-NYA.... Tanpa terkontaminasi dan bernuansa "Politik Rohani dibalik kehendak memuliakan diri"..... Maka Gereja Tuhan akan menjadi lumbung Roh Kudus berkarya dengan kedahsyatan yang spektakuler........

Kegerakan besar akan terjadi; petobat baru akan datang berduyun duyun, mujizat, kesembuhan, pemulihan, pelepasan atas ikatan dosa / belenggu kuasa kegelapan akan teralami ..... Sebuah ibadah yang berkenanan dihati Bapa sorgawi apabila didalam ibadah tsb memiliki sikap hati yang benar ,tulus dan kudus!

Warning !
Kita sebagai bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, Janganlah sekali-kali mencoba untuk "MENCURI / MENEBENG / MEMBONCENG KEMULIAAN ALLAH"!!!

Galatia 5:24-26
Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.

Menjalar Seperti Kanker

Nats: II Timotius 2:16-17
“Tetapi hindarilah omongan yang kosong dan yang tak suci yang hanya menambah kefasikan. Perkataan mereka menjalar seperti penyakit kanker.”

Dalam Alkitab, hanya satu kali kata “kanker” disebutkan (ay. 17), dan istilah “kanker” tersebut merujuk kepada perkataan yang kosong dan tidak suci yang menambah kefasikan (ay. 16). Mengapa sampai Alkitab mengibaratkan perkataan tidak suci tersebut sebagai kanker? Mengapa bukan dosa lain yang diibaratkan sebagai kanker?

Tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut, tetapi memang perkataan itu sangat mudah sekali menyebar. Lihat saja gosip-gosip yang ada seputar selebritis, bukankah hal tersebut sangat mudah menyebar? Gosip seputar tetangga pun sangat mudah menyebar antar pembantu rumah tangga, atau pada saat arisan. Oleh karena itu, karena perkataan itu sangat mudah menyebar, kita perlu menjaga perkataan-perkataan apa yang akan kita dengarkan dan perkataan apa yang akan kita katakan kepada orang lain.

Firman Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa ada kanker rohani yang sangat ganas. Yaitu omongan kosong dan tak suci. Rasul Paulus menjelaskan kepada Timotius bahwa perkataan tersebut adalah jenis kanker rohani yang berbahaya. Yang akan menambah kefasikan.
Mungkin kita bukanlah orang yang suka berbicara jorok. Tetapi berapa banyak waktu kita habiskan untuk omong kosong, bahkan dibumbui dengan perkataan-perkatan yang tidak suci. Hal itu dijelaskan bahwa merupakan penyakit kanker yang ganas yang cepat menjalar kemana-mana. Dan bagaimana kalau mulut kita adalah turut sebagai kanker yang turut menyebarkan kanker kemana-mana, yang belum tentu kebenarannya dari setiap perkataan yang kita luncurkan. Yang dipastikan akan menambah kefasikan dimana-mana, bahkan banyak iman yang lemah akan turut berguguran karena omong kosong yang tidak berguna.

Marilah kita isi perkataan-perkataan kita dengan Firman Tuhan yang bermanfaat, dan kita hindari dari pada omong kosong yang akan menjadi kanker ganas yang menyebar kemana-mana. Amin.

Sabtu, 07 Februari 2015

Keinginan Telinga

Bacaan Alkitab: 2 Timotius 4:1 - 4
“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk MEMUASKAN Keinginan Telinganya.”

Kondisi kebutuhan untuk memuaskan keinginan telinga sudah terjadi pada zaman Paulus hidup di masa lalu. kita dapat melihat bahwa Paulus menekankan dengan sungguh-sungguh kepada Timotius (anak rohani Paulus), agar Timotius tetap memberitakan firman dan selalu siap sedia dalam segala waktu (ay. 1-2a).

Apa yang harus Timotius beritakan? 
Tentunya adalah Firman Tuhan yang benar, dengan isi pengajaran yang benar.
Firman Tuhan yang benar adalah Firman Tuhan yang berani menyatakan apa yang salah, yang berani menegur apa yang salah, dan berani menasehati apa yang salah. (ay. 2b). Memang Timotius pun harus menyampaikan Firman Tuhan dengan sabar, karena mungkin sekali akan dibutuhkan banyak waktu untuk menyampaikan kebenaran Firman Tuhan, terlebih kepada orang-orang yang sudah jauh tersesat.

Apa yang dimaksud dengan orang-orang yang sudah tersesat tersebut?
Mereka adalah orang-orang yang sudah tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, yaitu ajaran yang bersumber pada kebenaran Firman Tuhan (ay. 3a). Akan tetapi mereka akan mencari ajaran-ajaran yang menyenangkan telinga mereka. Mereka akan mengumpulkan guru-guru (para hamba Tuhan) yang mau menyampaikan firman yang mereka inginkan (ay. 3b). Mereka akan lebih suka kepada dongeng-dongeng dan hal-hal yang bukan didasarkan pada Firman Tuhan daripada mendengarkan kebenaran Firman Tuhan itu sendiri (ay. 4).

Memang hal ini tidak kelihatan dengan terang-terangan, tetapi jujur saja, ada banyak orang yang mengaku Kristen tetapi hidup mereka berpindah-pindah dari satu gereja ke gereja yang lain. Ciri khas orang seperti ini adalah terlalu berfokus kepada sosok pendeta daripada gerejanya. Mereka merasa nyaman dengan pendeta tertentu karena mereka mengkhotbahkan hal-hal yang menyenangkan, berkhotbah tentang berkat-berkat Tuhan dan tidak pernah berkhotbah tentang dosa yang harus ditinggalkan, sehingga ketika setiap minggu, mereka mengikuti dimana pendeta tersebut akan berkhotbah.

Di satu sisi, banyak hamba Tuhan (pendeta) yang akhirnya melihat fenomena ini dan tergoda untuk kompromi. Mereka melihat bahwa hamba-hamba Tuhan yang menyampaikan firman tentang berkat-berkat kepada jemaat, justru menjadi hamba Tuhan yang semakin kaya, punya mobil, rumah, dan gerejanya menjadi gereja besar. Oleh karena itu mereka pun tergoda untuk menyampaikan Firman yang disenangi oleh jemaat. Mereka hanya menyampaikan bagian Firman Tuhan tentang berkat, tetapi tidak pernah menyampaikan tentang dosa yang harus ditinggalkan.

Semoga masih ada hamba-hamba Tuhan yang konsisten menyampaikan seluruh kebenaran Firman Tuhan kepada jemaatnya, dan bukan menyampaikan firman yang menyenangkan telinga jemaat saja demi keuntungan pribadinya.

Bacaan Alkitab: 2 Timotius 4:1-4
4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.

Kuasa Untuk Melayani

Nats: Yohanes 13:16-17
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya. Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

"Uang itu berkuasa",
Prinsip ini sudah mewarnai sebagian besar budaya dunia. Orang berjuang demi kekayaaan/uang, bahkan tidak jarang mengorbankan integritas pribadi supaya dapat hidup di tempat yang mereka inginkan dan dengan cara yang mereka inginkan pula. Dengan uang yang banyak kita dapat membeli kendaraan yang disukai dan memperoleh apa pun yang diinginkan dengan mudah.

Di tengah budaya yang memuja uang ini, orang percaya dalam Yesus Kristus pun dapat terjerumus untuk melakukan hal yang sama. Sebagian orang menggunakan uang untuk memuliakan Tuhan dan sebagian orang lainya menggunakan uang mereka untuk memuaskan hawa nafsunya, ada juga orang Kristen yang berhenti melayani dan berhenti memberikan persembahan kepada Tuhan, jika keinginannya tidak terpenuhi.

Tuhan Yesus berkuasa atas segalanya !!!
Betapa berbedanya dengan Yesus! Dia berkuasa atas penyakit Ia menggunakannya untuk menyembuhkan orang sakit. Dia berkuasa atas laut dan menggunakannya untuk melenyapkan ketakutan. Dia berkuasa untuk menciptakan dan memberi makan ribuan orang. Dia berkuasa atas dosa dan mengampuni manusia. Dia berkuasa atas hidupnya sendiri, tetapi bersedia menyerahkan hidupNya untuk melayani/menyelamatkan manusia yang berseru kepadaNya (Roma 10:13).

Yesus memiliki segala kuasa tetapi menggunakan kuasaNya untuk melayani Bapa dan orang lain. Dia yang disebut "Tuhan" oleh para murid di ruang atas, tetapi Dialah satu-satunya hamba yang ada di tempat itu (Yoh 13:2-17). Dia membasuh kaki para murid! ketika Petrus memprotes, Yesus menjawab, "Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak dapat bagian dalam Aku" ( Yohanes 13:8).

Daripada menggunakan uang atau apa pun untuk keegoisan diri, gunakanlah untuk melayani Tuhan dan sesama. Itulah kuasa yang seharusnya digunakan dengan benar untuk hormat dan kemuliaan Tuhan.

Ketika kita terlibat di dalam pelayanan dan melayani Tuhan dan saling melayani sesama, berarti kita sedang mencontoh kehidupan Tuhan Yesus baik dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan. Amin!